Tergiur Janji Manis Triyono, Sugino Kehilangan Uang Rp10 Juta
Posted by Unknown Patroli, Utama 00.17
Nasib tragis dialami Sugino (45) warga
Dukuh Beji RT 5, Blimbing, Sambirejo, Sragen. Pria yang berprofesi
sebagai sopir angkot itu harus kehilangan uang Rp 10 juta akibat aksi
penipuan bermodus gendam dan penggandaan uang.
Pelaku diketahui bernama Triyono (35) mengaku asal Taman Asri Sragen.
Dengan modus menepuk bahu korban, pelaku kemudian menjanjikan kepada
korban bahwa uang Rp 10 juta modalnya akan bisa berkembang dalam waktu
sekejap menjadi Rp 950 juta.
Aksi itu terungkap ketika Sugino lapor ke Polsek Sambirejo, Selasa
(28/7/2015) petang. Berdasarkan keterangan korban saat di Mapolsek,
peristiwa penggendaman itu bermula ketika tanggal 16 Juli lalu, ia tanpa
sengaja bertemu pelaku di sebuah warung di Sambirejo.
Saat itu, mendadak Triyono menepuk bahunya di hadapan beberapa teman
korban yang tengah ngobrol di warung tersebut. Setelah ditepuk bahunya,
Triyonomenawarkan jasa bisa membantu menggandakan uang Sugino hingga 95
kali lipat.
Saat itu, Triyono menawarkan jika Sugino mampu menyediakan uang Rp 10
juta sebagai modal, maka bisa dipermak dan berlipat menjadi Rp 950 juta
hanya dengan ritual singkat.
Sugino yang kemungkinan sudah dalam pengaruh hipnotis, menurut saja
dan mengajak pelaku ke rumahnya. Sesampai rumah, korban mengeluarkan
tabungan Rp 10 jutanya kepada Triyono.
Triyono kemudian memulai aksi ritual abal-abalnya yakni dengan
memasukkan uang ke kotak mie instan. Sembari komat-kamit membaca mantar,
pelaku memasukkan kain mori putih, kembang tujuh rupa dan 2 batang
rokok yang diklaim sebagai sesajinya.
Setelah itu kotak itu ditutup kembali dan dilakban. Setelah itu,
pelaku berpesan kepada Sugino kotak baru bisa dibuka esok harinya
setelah asar bersama Triyono. Ia juga berdalih jangan dibuka sendiri
atau ketahuan keluarga karena bisa menimbulkan celaka.
Korban pun menurut saja. Sampai akhirnya, esok hari yang ditunggu
ternyata Triyono tak kunjung datang. Akhirnya Sugino penasaran dan
membuka kotak itu sendirian.
Alangkah kagetnya, ketika ia mendapat di dalam kotak hanya ada kertas
tiga lak, kain mori dan kembang tujuh rupa. Sedang uang Rp 10 juta asli
miliknya raib dan janji Rp 950 juta sebagai hasil pengembangan, hanya
bohong belaka.
Mendapati hal itu, korban langsung panik dan berusaha menghubungi
pelaku. Namun nomor HP pelaku sudah tidak aktif. Upaya korban melacak ke
rumah pelaku juga nihil karena tidak diketahui dengan jelas alamatnya
di Taman Asri. Merasa sudah ditipu, korban akhirnya nekat melapor ke
Polsek Sambirejo, Selasa (28/7/2015).
Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo melalui Kasubag Humas AKP Saptiwi
membenarkan adanya laporan itu. Menurutnya saat ini kasus tersebut masih
dalam penyelidikan aparat.
“Untuk barang bukti sudah diamankan. Kita masih melacak pelaku dan meminta keterangan dari saksi-saksi serta korban,” jelasnya.
Sumber : http://joglosemar.co/2015/07/tergiur-janji-manis-triyono-sugino-kehilangan-uang-rp10-juta.html
Dalam Sehari, Terjadi 3 Kali Kebakaran di Sragen
Posted by Unknown Patroli 00.15
Memasuki musim kemarau, insiden
kebakaran semakin sering terjadi di wilayah Sragen. Dalam sehari Selasa
(28/7/2015), tercatat ada tiga kali kebakaran dengan dua diantaranya
melanda rumah dan satu kandang sapi.
Kebakaran pertama menimpa kandang sapi milik Taufik (36) warga Dukuh Grumbuldowo, RT 16, Desa Sambirembe, Kalijambe. Api diketahui muncul sekitar pukul 12.00 WIB dari arah kandang sapinya.
Saat kejadian, Taufik tengah menghadiri pesta hajatan di Desa Banaran dan saat pulang hendak menjemput ibunya, ia kaget mendapati api melahap kandang sapinya.
Beruntung api langsung bisa dipadamkam oleh warga dibantu mobil pemadam sekitar satu jam kemudian. Kerugian mencapai Rp 5 juta.
Selang dua jam kemudian, kebakaran lebih besar melanda rumah Sujatman (50) warga Dukuh Rejosari RT 16, Desa Karangjati, Kalijambe. Api muncul pertama kali dari percikan dari kamar membakar dinding rumah dan seisinya.
Rumah dalam keadaan kosong di tinggal pemiliknya pergi ke Sragen. Dalam beberapa menit anak korban mengetahui rumah sudah dalam keadaan berasap dan berteriak minta tolong kepada warga untuk memadamkannya.
“Periksa kondisi kabel dan instalasi listrik dan pastikan lampu dalam kondisi mati apabila rumah hendak ditinggal. Lalu hindari membuat titik api atau perapian di dekat barang yang mudah terbakar utamanya jerami kering di kandang. Karena kebanyakan kebakaran terjadi di kandang sapi dan bermula dari jerami,” tandasnya.
Sumber : http://joglosemar.co/2015/07/dalam-sehari-terjadi-3-kali-kebakaran-di-sragen.html
Kebakaran pertama menimpa kandang sapi milik Taufik (36) warga Dukuh Grumbuldowo, RT 16, Desa Sambirembe, Kalijambe. Api diketahui muncul sekitar pukul 12.00 WIB dari arah kandang sapinya.
Saat kejadian, Taufik tengah menghadiri pesta hajatan di Desa Banaran dan saat pulang hendak menjemput ibunya, ia kaget mendapati api melahap kandang sapinya.
Beruntung api langsung bisa dipadamkam oleh warga dibantu mobil pemadam sekitar satu jam kemudian. Kerugian mencapai Rp 5 juta.
Selang dua jam kemudian, kebakaran lebih besar melanda rumah Sujatman (50) warga Dukuh Rejosari RT 16, Desa Karangjati, Kalijambe. Api muncul pertama kali dari percikan dari kamar membakar dinding rumah dan seisinya.
Api baru bisa dipadamkan oleh 3 mobil
dari pemadam dua jam kemudian saat semua rumah dan isinya sudah ludes.
Kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta. DIduga kuat api bersumber dari
korsleting listrik.
Kebakaran berlanjut pukul 15.15 WIB menimpa rumah Parimin (50) warga
Dukuh Kedawung, RT 10, Desa Kedawung. Kecamatan Mondokan. Api diduga
dipicu oleh cucu korban bernama Fajar (7) yang bermain korek api di
rumah korban.Rumah dalam keadaan kosong di tinggal pemiliknya pergi ke Sragen. Dalam beberapa menit anak korban mengetahui rumah sudah dalam keadaan berasap dan berteriak minta tolong kepada warga untuk memadamkannya.
Namun karena didalam rumah ada tumpukan
jerami kering sehingga mudah terbakar sampai habis. Beruntung cucu
korban selamat setelah berhasil lari mengamankan diri. Akibat musibah
itu, Parimin mengalami kerugian sekitar Rp 25 juta.
Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo melalui Kasubag HUmas AKP SAptiwi
membenarkan adanya kejadian tersebut. Atas kejadian itu, pihaknya
kembali mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati
menghadapi ancaman kebakaran di musim kemarau ini.“Periksa kondisi kabel dan instalasi listrik dan pastikan lampu dalam kondisi mati apabila rumah hendak ditinggal. Lalu hindari membuat titik api atau perapian di dekat barang yang mudah terbakar utamanya jerami kering di kandang. Karena kebanyakan kebakaran terjadi di kandang sapi dan bermula dari jerami,” tandasnya.
Sumber : http://joglosemar.co/2015/07/dalam-sehari-terjadi-3-kali-kebakaran-di-sragen.html
Pemkab Sragen Alokasikan Dana untuk Ribuan Guru Honorer
Posted by Unknown Pemerintahan, Utama 00.13
Pemkab Sragen bakal mengalokasikan insentif atau honor dari APBD
kabupaten untuk guru honorer kategori 2 (K2) yang belum diangkat menjadi
CPNS.
Tidak hanya itu, ribuan guru honorer yang berstatus wiyatabhakti (WB) juga akan dialokasikan insentif serupa.
Hal itu disampaikan Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman saat meresmikan gedung perpustaan milik SMPN 2 Sambirejo, Rabu (29/7/2015).
Menurutnya wacana pemberian insentif untuk guru K2 dan WB itu sudah dibahas oleh dinas pendidikan dan badan kepegawaian daerah (BKD). Pemberian akan dilakukan mulai tahun depan dan usulan anggarannya akan segera dibahas pada rancangan APBD 2016.
“Soal besarannya berapa nanti akan dibahas lebih lanjut. Yang penting policy (kebijakan) untuk pemberian insentif itu sudah kita gulirkan dan tinggal menunggu mekanisme serta alokasinya saja,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Sragen, Suwandi menyampaikan jumlah total guru K2 yang belum diangkat CPNS sekitar 1.050 orang ditambah guru WB yang totalnya semua sekitar 4.000 orang. Pemberian insentif itu diberikan sebagai wujud kepedulian atas pengabdian mereka.
Mengenai besarannya apakah bisa setara Upah Minimum Kabupaten (UMK), ia menyampaikan nanti akan mempertimbangkan dengan kemampuan keuangan daerah.
Sumber : http://joglosemar.co/2015/07/pemkab-sragen-alokasikan-dana-untuk-ribuan-guru-honorer.html
Tidak hanya itu, ribuan guru honorer yang berstatus wiyatabhakti (WB) juga akan dialokasikan insentif serupa.
Hal itu disampaikan Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman saat meresmikan gedung perpustaan milik SMPN 2 Sambirejo, Rabu (29/7/2015).
Menurutnya wacana pemberian insentif untuk guru K2 dan WB itu sudah dibahas oleh dinas pendidikan dan badan kepegawaian daerah (BKD). Pemberian akan dilakukan mulai tahun depan dan usulan anggarannya akan segera dibahas pada rancangan APBD 2016.
“Soal besarannya berapa nanti akan dibahas lebih lanjut. Yang penting policy (kebijakan) untuk pemberian insentif itu sudah kita gulirkan dan tinggal menunggu mekanisme serta alokasinya saja,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Sragen, Suwandi menyampaikan jumlah total guru K2 yang belum diangkat CPNS sekitar 1.050 orang ditambah guru WB yang totalnya semua sekitar 4.000 orang. Pemberian insentif itu diberikan sebagai wujud kepedulian atas pengabdian mereka.
Mengenai besarannya apakah bisa setara Upah Minimum Kabupaten (UMK), ia menyampaikan nanti akan mempertimbangkan dengan kemampuan keuangan daerah.
Sumber : http://joglosemar.co/2015/07/pemkab-sragen-alokasikan-dana-untuk-ribuan-guru-honorer.html
9 Desa di Sragen Mulai Terdampak Kekeringan
Posted by Unknown Pemerintahan, Utama 00.11
Dinas Sosial Kabupaten Sragen menyampaikan anggaran untuk droping
tahun 2015 ini dipatok sebanyak 300 tangki. Sementara, hingga akhir Juli
ini, sudah ada 18.417 jiwa yang mengalami kekeringan tersebar di 56
dukuh, 9 desa di tiga kecamatan.
Kepala Dinas Sosial, Purwadi Joko Haryanto melalui Kasie Bantuan
Sosial dan Korban Bencana, Budi Paryono mengatakan sejauh ini permintaan
droping air baru meliputi tiga kecamatan yakni Miri, Tangen dan Jenar.
Namun dari tiga kecamatan yang dilanda kekeringan itu, semuanya masih
dalam taraf sedang dan tidak begitu parah. Masyarakat di wilayah
tersebut sebagian juga masih terbantu dengan adanya air dari sumur
Pamsimas yang relatif masih jalan.
Terkait anggaran untuk mengantisipasi krisis air, Budi menyampaikan
tahun ini Pemkab sudah mengalokasikan dana untuk 300 tangki air. Angka
ini naik 50 tangki dari tahun lalu yang sebanyak 250 tangki.
Di sisi lain, Direktur Teknik PDAM Sragen, Sukarno mengatakan jika
kekeringan sampai parah dan berkepanjangan, maka dampaknya bisa
menurunkan produksi atau debit sumber hingga 40 persen. Guna
mengantisipasi, sudah dilakukan dengan memperbaiki jaringan, perbaikan
pipa-pipa, simulasi pengaturan aliran, pengurasan reservoir dan
lain-lain.
Sumber : http://joglosemar.co/2015/07/9-desa-di-sragen-mulai-terdampak-kekeringan.html
- KEC. GEMOLONG
- > Brangkal
- > Gemolong
- > Genengduwur
- > Jatibatur
- > Jenalas
- > Kalangan
- > Kragilan
- > Kwangen
- > Kaloran
- > Nganti
- >Ngembatpadas
- > Paleman
- > Purworejo
- > Tegaldowo
- KEC. GESI
- > Blangu
- > Gesi
- > Pilangsari
- > Poleng
- > Slendro
- > Srawung
- > Tanggan
- KEC. GONDANG
- > Bumiaji
- > Glonggong
- > Gondang
- > Kaliwedi
- > Plosorejo
- > Srimulyo
- > Tegalrejo
- > Tunggul
- > Wonotolo
- KEC. JENAR
- > Banyuurip
- > Dawung
- > Japoh
- > Jenar
- > Kandangsapi
- > Mlale
- > Ngepringan
- KEC. KALIJAMBE
- > Banaran
- > Bukuran
- > Donoyudan
- > Jetis Karangpung
- > Kalimacan
- > Karangjati
- > Keden
- > Krikilan
- > Ngebung
- > Samberembe
- > Saren
- > Tegalombo
- > Trobayan
- > Wonorejo
- KARANGMALANG
- > Guworejo
- > Jurangjero
- > Kedungwaduk
- > Kroyo
- > Mojorejo
- > PelemGadung
- > Plosokerep
- > Plumbungan
- > Puro
- > Saradan
- KEC. KEDAWUNG
- > Bendungan
- > Celep
- > Jenggrik
- > Karangpelem
- > Kedawung
- > Mojodoyong
- > Mojokerto
- > Pengkok
- > Wonokerso
- > Wonorejo
- KEC. MASARAN
- > Dawungan
- > Gebang
- > Jati
- > Jirapan
- > Karangmalang
- > Kliwonan
- > Krebet
- > Krikilan
- > Masaran
- > Pilang
- > Pringanom
- > Sepat
- > Sidodadi
- KEC. MIRI
- > Geneng
- > Jeruk
- > Sunggingan
- > Girimargo
- > Doyong
- > Soko
- > Brojol
- > Bogor
- > Gilirejo
- > Gilirejo Baru
- KEC. MONDOKAN
- > Sono
- > Tempelrejo
- > Trombol
- > Jekani
- > Pare
- > Kedawung
- > Jambangan
- > Gemantar
- > Sumberejo
- KEC. NGRAMPAL
- > Bandung
- > Bener
- > Gabus
- > Karangudi
- > Kebonromo
- > Klandung
- > Ngarum
- > Pilangsari
- KEC. PLUPUH
- > Cangkol
- > Dari
- > Gedongan
- > Gentan Banaran
- > Jabung
- > Jembangan
- > Karanganyar
- > Karangwaru
- > Karungan
- > Manyarejo
- > Ngrombo
- > Plupuh
- > Pungsari
- > Sambirejo
- > Sidokerto
- > Somomorodukun
- KEC. SAMBIREJO
- > Blimbing
- > Dawung
- > Jambeyan
- > Jetis
- > Kadipiro
- > Musuk
- > Sambi
- > Sambirejo
- > Sukorejo
- SAMBUNGMACAN
- > Banaran
- > Banyuurip
- > Bedoro
- > Cemeng
- > Gringging
- > Karanganyar
- > Plumbon
- > Sambungmacan
- > Toyogo
- KEC.SIDOHARJO
- > Bentak
- > Duyungan
- > Jambanan
- > Jetak
- > Pandak
- > Patihan
- > Purwosuman
- > Sidoharjo
- > Singopadu
- > Sribit
- > Taraman
- > Tenggak
- KEC. SRAGEN
- > Karang Tengah
- > Kedungupit
- > Nglorog
- > Sine
- > Sragen Kulon
- > Sragen Tengah
- > Sragen Wetan
- > Tangkil
- KEC. SUKODONO
- > Baleharjo
- > Bendo
- > Gebang
- > Jati Tengah
- > Juwok
- > Karanganom
- > Majenang
- > Newung
- > Pantirejo
- SUMBERLAWANG
- > Cepoko
- > Hadiluwih
- > Jati
- > Kacangan
- > Mojopuro
- > Ngandul
- > Ngargosari
- > Ngargotirto
- > Pagak
- > Pendem
- > Tlogotirto
- KEC. TANGEN
- > Denanyar
- > Dukuh
- > Galeh
- > Jekawal
- > Katelan
- > Ngrombo
- > Sigit
- KEC. TANON
- > Bonagung
- > Gabugan
- > Gading
- > Gawan
- > Jono
- > Kalikobok
- > Karangasem
- > Karangtalun
- > Kecik
- > Ketro
- > Padas
- > Pengkol
- > Sambiduwur
- > Slogo
- > Sewatu
- > Tanon












































































