Khasiat Bunga Roselle, KADAR KALSIUM TINGGI, BAIK UNTUK PENDERITA OSTEOPOROSIS

Anda ingin memiliki tulang kuat dan bebas osteoporosis. Tak ada salahnya bila anda mencoba mengkonsumsi minuman bunga roselle. Bunga dari tanaman ini memang bisa dibuat aneka minuman, salah satunya adalah teh bunga roselle. Penanaman bunga roselle pun juga tidak sulit. Dalam kurun waktu tiga bulan setelah tanam, tanaman roselle sudah bisa dipetik dan di olah menjadi teh yang mengandung beberapa khasiat baik untuk menambah stamina ataupun untuk pengobatan.

Tanaman Roselle ( Hibiscus Sabdarifta L ) merupakan tanaman yang berasal dari India. Orang India biasanya memanfaatkan seratnya dipakai sebagai bahan pembuatan tekstil. Konon katanya, roselle sudah dibudidayakan sejak jaman pendudukan Jepang di Indonesia. Namun pemanfaatannya kala itu belum dikenal luas yaitu terbatas pada kalangan pasukan dan pejabat Jepang. Pada masa kemerdekaan, minuman bunga roselle juga pernah populer yang saat itu lazim disebut dengan nama perambos, rasanya terasa segar, agak asam dan manis kalau ditambah gula.

Tanaman ini termasuk dalam tanaman semusim karena setelah beberapa kali berbunga dan menghasilkan biji, maka akan sampai pada masa tidak produktif yang harus diganti dengan bibit baru Lagi. Menurut Purwanto Mardi S.Sp, koordinator PPL di nDayu Taman Asri, tanaman ini bisa sampai dipetik sampai sebanyak 10 kali. ”Setelah dipetik sebanyak 10 kali, biasanya harus diganti dengan bibit baru” jelasnya.

Roselle dapat tumbuh dengan sangat baik pada dataran rendah dengan penyinaran matahari secara Langsung. Secara umum, tanaman roselle dapat ditanam pada semua jenis tanah, terutama tanah yang kaya akan humus, gembur dan mempunyai drainase baik, dengan pH berkisar antara 6,5-7,5.

Menurut Purwanto, tidak terlalu sulit untuk membudidayakan tanaman ini. Yang pertama yang harus disiapkan adalah penyediaan lahan. Perlakuan yang paling baik untuk tanah adalah dengan mencampur pupuk dasar berupa pupuk kandang, Lahan dilarik dengan jarak antar larik 1,5 m.

Sebelum disemaikan, biji direndam selama satu hari satu malam lalu dipilih yang tenggelam dengan bentuk butiran – butiran yang baik. Biji dapat langsung disemaikan pada lahan persemaian yang sudah diolah dan diairi. Setelah tumbuh maka bisa langsung dipindah ke ke polybag ataupun menunggu cukup besar untuk langsung dipindah ke lahan produksi. Tiap lubang tanam diisi 2-3 biji. Sedangkan untuk penanaman bibit yang telah disemaikan di polybag maka setiap lubang tanam diisi dengan 1-2 bibit.

Pemupukan baik yang dilakukan pada lahan sebelum ditanami dan lahan yang sudah ditanami, sebaiknya dengan menggunakan pupuk kandang. Pelakuan dengan menggunakan pupuk organik ini, efeknya akan lebih baik bila menggunakan pupuk kimia, jelas Purwanto.

Tanaman roselle mulai menghasilkan bunga pada umur 120 hari dan dapat dipanen secara terus-menerus dalam jangka waktu 3 buLan sebelum akhirnya diganti dengan bibit baru. Per batang tanaman roselle dapat menghasilkan 1,5 kg bunga basah. Pemanenan menggunakan gunting untuk memotong tangkai bunga, kemudian diLakukan pemisahan biji. Untuk rendemennya dalam bentuk kering 10% sesudah dijemur di bawah terik matahari selama 3-5 hari, yang akhirnya siap digunakan konsumsi pribadi ataupun dikemas untuk tujuan komersial.

Produksi tanaman roselle dalam keadaan normal setiap hektar mampu menghasilkan 2-3 ton kelopak bunga segar tanpa biji atau setara dengan 200-375 kg kelopak bunga kering. Kandungan gizi kelopak bunga segar tiap 100 gram adaLah sebagai berikut, Protein 1,145 gr, Lemak 2,61 gr, Serat 12 gr, KaLsium 1,263 gr, Fosfor 273.2 mg, Zat besi 8,98 mg, MaLic Acid 3,31 %, Fruktosa 0,82 %, Sukrosa 0,24 %, Karotin 0,029 %, Tiamin 0,117 mg, Niasin 3,765 mg, Vitamin C 244,4 mg.

Untuk mendapatkan 1 teko ukuran sedang minuman roselle sangatlah mudah, caranya 1-3 buah bunga roselle kering maupun basah dimasukkan ke teko ukuran sedang kemudian dituang dengan air panas, akan lebih baik jika menggunakan air mendidih.

Teko selanjutnya ditutup dan dibiarkan beberapa menit sampai air berubah warna menjadi merah. Tentu saja minuman tersebut perlu ditambahkan gula, dan bisa disajikan dalam kondisi hangat maupun dingin. Tidak ada aturan dosis konsumsi karena ini murni alami, jumlah kelopak, ukuran air maupun jumlah gula adalah sesuai selera konsumen. Bunga roselle kering bisa juga dioLah menjadi sirup dengan komposisi 40-50 kelopak bersih berbobot sekitar 15 gram direndam di 1 Liter air seLama 15-30 menit, kemudian direbus selama 30 menit. Air rebusan sari bunga roselle yang berwarna merah tersebut disaring, ditambahkan guLa pasir 130 gram atau sesuai selera dan dimasukkan ke daLam botol, maka jadilah sirup roselle atau perambos.

Hasil penelitian menyebutkan bahwa kandungan Vitamin C yang terdapat dalam bunga Roselle jauh lebih banyak dibandingkan buah Lainnya. Sebagai contoh, setiap 100 gram bunga Roselle mengandung 244,4 mg Vitamin C, dengan berat yang sama pepaya hanya mengandung 71 mg Vitamin C, beLimbing 25,8 mg, durian 23,3 mg, jeruk manis 49 mg. Roselle juga kaya akan mineral seperti: kalsium, phospor, potasium, dan zat besi yang penting bagi tubuh. Dari 22 asam amino yang dibutuhkan tubuh, 18 diantaranya terdapat di bunga Roselle. Dua diantaranya yaitu Arginine dan Lysine bila bersinergi dengan Glutamic Acid akan merangsang otak untuk menggerakkan hormon tubuh manusia yang membuat tubuh terlihat awet muda. Kelopak bunga Roselle juga mengandung Vitamin B1, B2, Niacin dan Vitamin D.

Secara detail manfaat teh roselle dapat memperlancar peredaran darah, meningkatkan kinerja usus serta dapat berfungsi sebagai tonik karena mengandung Gossypetin Anthocyanin dan glukosa Hubiscin yang mempunyai efek diuretic dan choleretic. Bunga rosele ini juga mengandung vitamin C kadar tinggi yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia terhadap serangan penyakit.

Untuk penderita osteoporosis, sebaiknya mengkonsumsi minuman rosele ini, karena didalam bunga rosele mengandungan kalsium kadar tinggi yang dapat mengurangi resiko osteoporosis dan membantu pertumbuhan tulang.

Bunga Rosele juga mengandung zat FLavonoid yang berfungsi sebagai antibiotik pembunuh kuman-kuman penyebab penyakit serta penyaring racun dalam tubuh. Manfaat lainnya mempunyai efek anti-hipertensi, anti kram otot, anti infeksi bakteri dan membantu proses pencernaan, mencegah peradangan pada saluran kencing dan pembentukan batu ginjal, memperLambat pertumbuhan jamur atau bakteri yang menyebabkan demam tinggi dan daunnya dapat digunakan sebagai diuretic, penurun suhu dan pereda rasa nyeri.

Tanaman ini dapat anda dapatkan di Taman nDayu Alam Asri. Pengunjung yang datang kesini dapat belajar bagaimana membudidayakan bunga rosele. Pengunjung juga dapat membeli bibit maupun bunga rosela untuk di minum.

Satu kemasan dengan komposisi 30 gram bunga rosele kering, dijual dengan harga Rp. 12.500. Sedangkan untuk bunga rosele basah yang belum dikeringkan, untuk satu kilogramnya dijual Rp. 10.000. Namun, untuk satu kilogram bunga rosele basah bila dikeringkan, kadar airnya akan menyusut sehingga beratnya tingggal sekitar 30 gram, terang Purwanto.

Salah satu orang yang telah merasakan khasiat dari minuman rosele ini adalah Agustina, Staf Bagian Humas Setda Sragen. Sudah sekitar setahun yang lalu, ia rajin mengkonsumsi teh rosele, tiap hari minimal tiga gelas ia habiskan. Sejak ia rajin minum teh rosele, rasa nyeri di tangan yang dideritanya semenjak lima tahun lalu sedikit demi sedikit mulai sembuh. ”Sekarang rasa nyeri di tangan saya telah sembuh, buang air besar saya juga telah lancar sebelumnya selalu mengalami gangguan, sekarang stamina saya juga menjadi lebih baik, tidak mudah terserang penyakit” aku Titin sebutan akrabnya. Ditambahkannya sejak ia minum teh rosele ini, rasa capek yang ia alami setelah pulang kerja sudah tidak ia alami lagi. (N.Hart – Humas)

JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Unknown pada 20.52. dan Dikategorikan pada , , , . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas
  1. KEC. GEMOLONG
  2. > Brangkal
  3. > Gemolong
  4. > Genengduwur
  5. > Jatibatur
  6. > Jenalas
  7. > Kalangan
  8. > Kragilan
  9. > Kwangen
  10. > Kaloran
  11. > Nganti
  12. >Ngembatpadas
  13. > Paleman
  14. > Purworejo
  15. > Tegaldowo

  16. KEC. GESI
  17. > Blangu
  18. > Gesi
  19. > Pilangsari
  20. > Poleng
  21. > Slendro
  22. > Srawung
  23. > Tanggan

  24. KEC. GONDANG
  25. > Bumiaji
  26. > Glonggong
  27. > Gondang
  28. > Kaliwedi
  29. > Plosorejo
  30. > Srimulyo
  31. > Tegalrejo
  32. > Tunggul
  33. > Wonotolo

  34. KEC. JENAR
  35. > Banyuurip
  36. > Dawung
  37. > Japoh
  38. > Jenar
  39. > Kandangsapi
  40. > Mlale
  41. > Ngepringan

  42. KEC. KALIJAMBE
  43. > Banaran
  44. > Bukuran
  45. > Donoyudan
  46. > Jetis Karangpung
  47. > Kalimacan
  48. > Karangjati
  49. > Keden
  50. > Krikilan
  51. > Ngebung
  52. > Samberembe
  53. > Saren
  54. > Tegalombo
  55. > Trobayan
  56. > Wonorejo

  57. KARANGMALANG
  58. > Guworejo
  59. > Jurangjero
  60. > Kedungwaduk
  61. > Kroyo
  62. > Mojorejo
  63. > PelemGadung
  64. > Plosokerep
  65. > Plumbungan
  66. > Puro
  67. > Saradan

  68. KEC. KEDAWUNG
  69. > Bendungan
  70. > Celep
  71. > Jenggrik
  72. > Karangpelem
  73. > Kedawung
  74. > Mojodoyong
  75. > Mojokerto
  76. > Pengkok
  77. > Wonokerso
  78. > Wonorejo

  79. KEC. MASARAN
  80. > Dawungan
  81. > Gebang
  82. > Jati
  83. > Jirapan
  84. > Karangmalang
  85. > Kliwonan
  86. > Krebet
  87. > Krikilan
  88. > Masaran
  89. > Pilang
  90. > Pringanom
  91. > Sepat
  92. > Sidodadi

  93. KEC. MIRI
  94. > Geneng
  95. > Jeruk
  96. > Sunggingan
  97. > Girimargo
  98. > Doyong
  99. > Soko
  100. > Brojol
  101. > Bogor
  102. > Gilirejo
  103. > Gilirejo Baru

  104. KEC. MONDOKAN
  105. > Sono
  106. > Tempelrejo
  107. > Trombol
  108. > Jekani
  109. > Pare
  110. > Kedawung
  111. > Jambangan
  112. > Gemantar
  113. > Sumberejo

  114. KEC. NGRAMPAL
  115. > Bandung
  116. > Bener
  117. > Gabus
  118. > Karangudi
  119. > Kebonromo
  120. > Klandung
  121. > Ngarum
  122. > Pilangsari

  123. KEC. PLUPUH
  124. > Cangkol
  125. > Dari
  126. > Gedongan
  127. > Gentan Banaran
  128. > Jabung
  129. > Jembangan
  130. > Karanganyar
  131. > Karangwaru
  132. > Karungan
  133. > Manyarejo
  134. > Ngrombo
  135. > Plupuh
  136. > Pungsari
  137. > Sambirejo
  138. > Sidokerto
  139. > Somomorodukun

  140. KEC. SAMBIREJO
  141. > Blimbing
  142. > Dawung
  143. > Jambeyan
  144. > Jetis
  145. > Kadipiro
  146. > Musuk
  147. > Sambi
  148. > Sambirejo
  149. > Sukorejo

  150. SAMBUNGMACAN
  151. > Banaran
  152. > Banyuurip
  153. > Bedoro
  154. > Cemeng
  155. > Gringging
  156. > Karanganyar
  157. > Plumbon
  158. > Sambungmacan
  159. > Toyogo

  160. KEC.SIDOHARJO
  161. > Bentak
  162. > Duyungan
  163. > Jambanan
  164. > Jetak
  165. > Pandak
  166. > Patihan
  167. > Purwosuman
  168. > Sidoharjo
  169. > Singopadu
  170. > Sribit
  171. > Taraman
  172. > Tenggak

  173. KEC. SRAGEN
  174. > Karang Tengah
  175. > Kedungupit
  176. > Nglorog
  177. > Sine
  178. > Sragen Kulon
  179. > Sragen Tengah
  180. > Sragen Wetan
  181. > Tangkil

  182. KEC. SUKODONO
  183. > Baleharjo
  184. > Bendo
  185. > Gebang
  186. > Jati Tengah
  187. > Juwok
  188. > Karanganom
  189. > Majenang
  190. > Newung
  191. > Pantirejo

  192. SUMBERLAWANG
  193. > Cepoko
  194. > Hadiluwih
  195. > Jati
  196. > Kacangan
  197. > Mojopuro
  198. > Ngandul
  199. > Ngargosari
  200. > Ngargotirto
  201. > Pagak
  202. > Pendem
  203. > Tlogotirto

  204. KEC. TANGEN
  205. > Denanyar
  206. > Dukuh
  207. > Galeh
  208. > Jekawal
  209. > Katelan
  210. > Ngrombo
  211. > Sigit

  212. KEC. TANON
  213. > Bonagung
  214. > Gabugan
  215. > Gading
  216. > Gawan
  217. > Jono
  218. > Kalikobok
  219. > Karangasem
  220. > Karangtalun
  221. > Kecik
  222. > Ketro
  223. > Padas
  224. > Pengkol
  225. > Sambiduwur
  226. > Slogo
  227. > Sewatu
  228. > Tanon


Pulau Seribu
Kang Lintas Kang Lintas
Kang Lintas Kang Lintas

Pengunjung Online

2010 Berita Sragen. All Rights Reserved. - Designed by Berita Sragen