Lagi! Gunakan Cara Black Campaign
Pilkada, Utama 00.06
Ribuan selebaran gelap yang berisi black campaign ditemukan panitia pengawas (Panwas) Kabupaten Sragen, kemarin. Selebaran tersebut ditemukan di berbagai wilayah Bumi Sukowati. Isinya, yakni menjelek-jelekkan pasangan Cabup-Cawabup. Namun, tidak diketahui dari mana selebaran tersebut berasal.
"Ini perbuatan orang tidak bertanggungjawab. Kami telah menemukan di berbagai jalan di wilayah Sragen," kata Ketua Panwas Danardi kepada wartawan, Jumat (18/3).
Dari ribuan selebaran itu, hanya tiga Cabup/Cawabup yang tertulis di dalamnya. Mereka adalah pasangan Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Darmawan Minto Basuki (Yuda), Cabup Agus Fatchur Rahman dan Cawabup Kushardjono.
Sementara itu, Panwas mendapat laporan dari Tim Yuda terkait penangkapan orang yang menyebar selebaran itu. Tim Yuda mendatangi kantor Panwas dengan menunjukkan bukti beserta saksi. Saksi yang dihadirkan adalah Agung Marsudi, warga Prayunan, Sidodadi, Masaran.
Agung mengaku menangkap basah pengedar ribuan selebaran gelap yang menjelek-jelakan Yuda. Kronologisnya, pada Jumat (18/3) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, dari Solo Agung hendak pulang ke rumahnya. Begitu berjalan ke arah timur, menjumpai dua orang berboncengan motor, lalu menyebar selebaran di jalanan.
"Saya curiga, karena yang disebar banyak sekali. Kalau hanya nyebar satu dua selebaran, saya cuek. Tapi, itu di sepanjang jalan disebar terus, mulai depab DPRD sampai Masaran," terangnya.
Tak lama kemudian, dua orang tersebut yang notabene bernama Gino dan Widayatmi (Keduanya warga Sidodadi, Masaran) berhenti di posko Relawan Ada, Masaran. "Saya minta bukti itu untuk selanjutnya dilaporkan ke Panwas," tandasnya.
Menanggapi hal itu, Danardi belum bisa memutuskan apakah selebaran itu bermuatan kampanye hitam atau tidak. Selain itu, pihaknya juga perlu memeriksa pelaku penyebar. "Kami masih akan mengkaji, apakah itu bentuk black campaign atau bukan. Kami juga perlu mengklarifikasi pengedar, apa motifnya melakukan perbuatam itu," tandasnya. ( Arif M Iqbal / CN15 / JBSM )
"Ini perbuatan orang tidak bertanggungjawab. Kami telah menemukan di berbagai jalan di wilayah Sragen," kata Ketua Panwas Danardi kepada wartawan, Jumat (18/3).
Dari ribuan selebaran itu, hanya tiga Cabup/Cawabup yang tertulis di dalamnya. Mereka adalah pasangan Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Darmawan Minto Basuki (Yuda), Cabup Agus Fatchur Rahman dan Cawabup Kushardjono.
Sementara itu, Panwas mendapat laporan dari Tim Yuda terkait penangkapan orang yang menyebar selebaran itu. Tim Yuda mendatangi kantor Panwas dengan menunjukkan bukti beserta saksi. Saksi yang dihadirkan adalah Agung Marsudi, warga Prayunan, Sidodadi, Masaran.
Agung mengaku menangkap basah pengedar ribuan selebaran gelap yang menjelek-jelakan Yuda. Kronologisnya, pada Jumat (18/3) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, dari Solo Agung hendak pulang ke rumahnya. Begitu berjalan ke arah timur, menjumpai dua orang berboncengan motor, lalu menyebar selebaran di jalanan.
"Saya curiga, karena yang disebar banyak sekali. Kalau hanya nyebar satu dua selebaran, saya cuek. Tapi, itu di sepanjang jalan disebar terus, mulai depab DPRD sampai Masaran," terangnya.
Tak lama kemudian, dua orang tersebut yang notabene bernama Gino dan Widayatmi (Keduanya warga Sidodadi, Masaran) berhenti di posko Relawan Ada, Masaran. "Saya minta bukti itu untuk selanjutnya dilaporkan ke Panwas," tandasnya.
Menanggapi hal itu, Danardi belum bisa memutuskan apakah selebaran itu bermuatan kampanye hitam atau tidak. Selain itu, pihaknya juga perlu memeriksa pelaku penyebar. "Kami masih akan mengkaji, apakah itu bentuk black campaign atau bukan. Kami juga perlu mengklarifikasi pengedar, apa motifnya melakukan perbuatam itu," tandasnya. ( Arif M Iqbal / CN15 / JBSM )
Sumber : suaramerdekacom
JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :

