Sragen Masuki Masa Panen Raya
Pemerintahan, Utama 13.52
Panen diperkirakan tidak akan maksimal karena iklim ekstrem dan juga belum turunnya kebijakan HPP baru dari pemerintah. Selain itu juga terus turunnya harga gabah dalam dua pekan terakhir ini.
"Panen raya jelas akan berlangsung dari pertengahan Februari ini hingga April nanti. Luas keseluruhan tanaman MT I ini mencapai 43 ribu hektare seluruh kecamatan. Namun cuaca ekstrem membuat volume panen tidak akan maksimal. Per hektaree bisa turun dua hingga tiga ton, apalgi harga gabah sangat fluktuatif," ungkap Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan ( KTNA ) Sragen, Suratno kepada Media Indonesia, Rabu (8/2).
Dipaparkan, kondisi cuaca ekstrem banyak hujan, telah membuat sebagian petani yang mempercepat masa panen, karena khawatir kalah dengan hujan deras yang mendatangkan banjir yang merendam tanaman padi miliknya. Hal ini terutama dilakukan sejumlah petani di Tanon, Masaran, Plupuh dan Sidoarjo dan juga di wilayah Sragen bagian timur.
Situasi yang seperti darurat ini, mengakibatkan volume panen tiap hektaree juga menyusut kisaran 2 ton hingga 3 ton atau hanya tinggal 5 ton sampai enam ton. Hal ini jelas kurang menggembirakan, karena dalam situasi iklim normal dan petani bisa mengalahkan hama, panenan bisa mencapai 9 ton.
Ketika disinggung niat Bulog untuk membeli gabah petani dengan ketentuan Inpres 8 tahun 2011, KTNA Sragen belum percaya. Jika hal itu benar dilakukan, petani akan mendapatkan untung dan tidak perlu repot menunggu HPP baru dari
pemerintah.
Dikatakan, harga sesuai Inpres 8 tahun 2011 jelas mengikuti harga pasar yang dicatat BPS. Karena itu, jika memang Bulog melaksanakan kebijakan tersebut sepanjang musim panen ini, tentu petani akan lega. "Itu kalau konsisten dengan ucapan," ujarnya. (WJ/OL-3)
Sumber / Link : mediaindonesiacom
JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :

