TKI SRAGEN DIKIRA MENINGGAL : Abdul Rahman Sempat Ganti Nama Sebelum Paspornya Dicopet
TKI, Utama 23.44
Kabar meninggalnya Nur Abdul Rahman alias Rahman Ahmad, 24,
warga Dukuh Tegalrejo, Desa Karangpelem, Kecamatan Karangmalang,
Sragen, di Malaysia, sudah bikin geger warga. Ternyata, kabar ini muncul
gara-gara paspor milik pemuda itu hilang dicopet saat hendak pulang ke
Indonesia.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah pesan singkat menyebutkan
pemilik paspor dengan nama Rahman Ahmad, 24, asal Sragen, Indonesia,
meninggal dunia karena kapal yang ditumpanginya karam di laut. Padahal,
Rahmad sendiri sudah tidak memegang paspor tersebut.
Rahman, biasa ia dipanggil, saat ditemui wartawan di rumah orang
tuanya, Rabu (19/3/2014), membenarkan identitas dalam paspor itu ialah
dirinya. Ia menduga yang meninggal itu ialah seorang pencopet yang
merampas tas miliknya di kapal saat perjalanan pulang ke Indonesia. “Tas
saya dibawa pencuri. Di dalamnya ada paspor, KTP, dua HP, uang 1.400
ringgit dan Rp1 juta. Mungkin yang meninggal itu yang mencuri tas saya,
lalu paspornya paspor saya,” ceritanya.
Kejadian itu, lanjut Rahman, bermula ketika ia akan pulang ke
Indonesia dengan menaiki kapal pada 13 Maret lalu. Saat berada di atas
kapal, ada seseorang tak dikenal yang berusaha merampas tasnya dari arah
belakang. Takut jiwanya terancam, ia lalu melepaskan tas yang berisi
sejumlah barang berharga itu. Sesampainya di Batam, Rahman menelpon
keluarga di rumah untuk dikirimi uang melalui nomor rekening rekan
seprofesinya. Uang kiriman itulah yang ia gunakan untuk melanjutkan
perjalanan hingga sampai di rumah orang tuanya, Senin (17/3/2014) lalu.
Sesampainya di rumah, Rahman tak menceritakan kejadian itu kepada
orang tua dan isterinya. Karena itu, keluarga di rumah sempat kaget saat
dikabari bahwa Rahman meninggal dunia.
Sementara, mengenai nama paspor, ia mengakui ada perbedaan dengan nama
aslinya di KTP. Sekitar pertengahan 2010, ia kabur dari majikan resminya
karena gaji yang diberikan tak memuaskan. Sesampainya di Johor, ia
membuat paspor baru dengan nama berbeda dan bekerja di bidang konstruksi
itu sampai tahun 2014 ini.
“Jenazah dan paspor saya kabarnya ini di Malaysia. Ya, untungnya saat
ada kabar bahwa saya meningal dunia itu saya sudah di rumah. Jadinya
keluarga hanya panik sebentar,” tandasnya.
Kabar meninggalnya Rahman memang sempat membuat geger warga Dukuh
Tegalrejo. Salah satu tetangganya yang enggan disebutkan namanya mengaku
kaget saat kali pertama tahu informasi itu. Ia sempat mempercayai bahwa
Rahman benar telah meninggal dunia. Namun, keresahan itu akhirnya
hilang seiring dengan kemunculan Rahman yang rupanya sehat tanpa cacat.
Sumber : http://www.solopos.com
JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :

